Malam Sepi

16 Jun

Ku langkahkan kaki ini menuju halaman belakang,
dan duduk di sebuah kursi kayu usang.

Ku menatap ke arah langit malam gelap yang menyimpan sejuta misteri,
cahaya rembulan dan kelap-kelip bintang menyambut kehadiranku di sini.

Di temani secangkir susu hangat yang menghangatkan tubuh ini,
dari terpaan angin malam yang dingin sekali.

Di hiasi cahaya redup berwarna kuning kemerahan lampu 5 watt,
yang selalu setia menerangi malamku yang penat.

Dan di hibur oleh suara serangga malam,
yang membentuk harmoni kegelapan malam,
serta membuat hati ini menjadi tentram.

Ku merenung…

Melewati malam yang sepi ini,
sendiri.

 

05-09-10

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: