KECELAKAAN DI PENGHUJUNG RAMADHAN

22 Agu

Sabtu, 20 Agustus 2011.

Ahmad Ridwan mempunyai sebuah ide yang terlintas muncul ketika kami sedang berkumpul untuk sekedear mengisi waktu luang di bulan Ramadhan. Ide yang terlintas di benaknya adalah mengdakan Sahur On The Road. Dia pun mengajak saya untuk ikut Sahur On The Road. Tanpa basa-basi saya pun menerima ajakan yang diberikan olehnya. Tepat pukul 11 malam dia menjemput saya untuk berkumpul sejenak dirumah salah seorang kawan sebelum berangkat sambil menunggu teman-teman lainnya.

Minggu, 21 Agustus.

            Tepat pukul 01.00 dini hari, semua teman-teman telah berkumpul. Saya sendiri sebenarnya tidak mengetahui sebenarnya kemana kita akan pergi. Namun, salah seorang teman mencetuskan ide agar kita menuju puncak. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, yakni hanya 5 orang, kita segera berangkat mengendarai 3 buah sepeda motor.

Dalam perjalanan kita sama sekali tidak mendapatkan halangan yang berarti. Perjalanan kita menuju puncak pun berjalan lancar Tepat pukul 03.30 dini hari, kita semua sampai ke tempat tujuan. Sesampainya disana kita semua segera menuju ke sebuah warung kita segera memesan 5 cangkir kopi hitam untuk menghangatkan badan yang merasa kedinginan selama perjalanan. Setelah kita menghabiskan semua kopi yang telah kami pesan, kami segera memesan makanan untuk sahur. Kami semua memesan makanan disebuah warung masakan padang. Kami semua makan dengan begitu lahapnya. Tidak terasa makanan yang kami pesan akhirnya habis, sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya kita duduk sejenak menenangkan perut sambil menunggu waktu Imsyak tiba.

            Waktu imsyak pun tiba, kami segera menyudahkan makan kami untuk melanjutkannya dengan berpuasa. Kemudian kita mengobrol sejenak untuk menunggu waktu adzan. Akhirnya Adzan Subuh pun berkumandang, kami segera bergegas menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh. Kami semua sholat subuh dengan begitu khusyuknya.

            Semua selesai pukul 05.00, hari masih gelap dan matahari masih malu-malu untuk menampakkan wajahnya. Sejenak kami tidur-tiduran di pelataran masjid sambil menunggu matahari menyapa kita. Pukul 06.00 kami bangun, meskipun masih lelah kita harus segera pulang. Saat matahari mulai muncul, pemandangan disekitar kita begitu indah, kita pun tidak mau melewatkannya begitu saya. Kita memutuskan untuk mengabadikan keberadaan kita disini dengan berfoto-foto.

            Setelah matahari semakin meninggi, kami segera pulang menuju Jakarta. Diawal perjalanan pulang kita, kita selalu berjalan bersama-sama. Namun setelah itu kita seperti terpencar. Ditengah perjalanan Ridwan merasa sakit perut dan segera menepi ke SPBU terdekat untuk buang air besar. Sementara itu teman-teman yang lain menunggu di depan SPBU. Setelah selesai, saya dan Ridwan segera menghampiri teman-teman yang lainnya untuk kembali melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama, saya yang berboncengan dengan Ridwan merasa telah mendahulukan teman-teman lainnya. Oleh karena itu, kita berhenti sesaat untuk menunggu mereka. Telah lama menunggu, mereka tidak segera datang juga. (Sebenarnya kami tidak tahu yang terjadi sebenarnya, apakah kita yang mendahului mereka, atau mereka yang telah mendahului kita). Tanpa pikir panjang kami melanjutkan perjalanan. Tak berselang beberapa waktu, sepertinya Ridwan yang mengendarai motor merasa mengantuk, begitu juga saya yang diboncengi. Waktu itu saya seperti sedang bermimpi dan setengah sadar. Saya sempat melihat dan merasa motor yang kita kendarai tiba-tiba semakin merapat kesebuah trotoar tanpa sadar. Setelah itu, BRAAAAKKKKKKK, motor yang kami kendarai menabrak trotoar. Sesaat setelah kecelakaan saya langsung tidak sadarkan diri dan hanya tergeletak dipinggir jalan. Sementara Ridwan seingat saya masih sempat berjalan-jalan menanyai keadaan saya. Kemudian dengan cepat warga terdekat menghampiri kita untuk membantu. Saya dan Ridwan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budhi Asih menggunakan taksi.

            Didalam taksi saya masih setengah sadar, sementara Ridwan masih segar bugar dan terus bertanya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit kepada pak supir. Sesampainya dirumah sakit kita berdua langsung dilarikan menuju UGD dan segera mendapatkan perawatan yang intensif. Saya mengalami luka yang parah di lutut kiri, dan harus mendapatkan 5 jahitan pada luka itu (Suster yang menjahit saya cantik, seperti mahasiswa yang sedang praktek. Pengen kesana lagi jadinya…hheheheh…). Selain itu saya juga mengalami luka berdarah di kepala belakang dan lecet-lecet dibeberapa tempat. Sementara Ridwan, setahu saya dia mengalami luka lecet-lecet di wajah dan beberapa giginya patah. Dia juga sempat tidak ingat apa-apa (seperti amnesia) dan segera mengalami perawatan yang lebih intensif.

            Setelah mendapat perawatan, saya diperbolehkan pulang oleh dokter, sementara Ridwan masih dirawat. Setelah dirumah saya mulai menbaik dan terus mendapatka perawatan dengan meminum obat-obatan yang diberikan dokter dan alhasil harus meninggalkan puasa Ramadhan yang tinggal seminggu lagi.

21-08-11

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: