NENEK GAYUNG : SEBUAH MITOS, URBAN LEGEND, ATAU FAKTA????

21 Jan

Ditengah arus modernisasi yang kini semakin mengalir deras di Indonesia, seolah tak menghalangi perkembangan berbagai mitos dan urban legend yang identik dengan unsur tradisional suatu daerah untuk muncul kepermukaan. Belum lama warga Indonesia sempat dihebohkan dengan rumor tentang “Kolor Ijo” yang disebut sebagai hantu, siluman, manusia penganut ilmu hitam, dll. Tetapi tak lama setelah isu kemunculannya, rumor tentang keberadaan “kolor ijo” perlahan mulai menghilang setelah polisi berhasil membekuk orang yang diduga sebagai kolor ijo (apakah dia kolor ijo asli? Percaya atau tidak terserah anda, hahaha).

            Lalu, kini hal serupa muncul kembali. Rumor yang sama seperti rumor kolor ijo kini tengah heboh di kalangan masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat di sekitar wilayah Jakarta Timur. Rumor yang baru-baru ini muncul adalah tentang kehadiran sosok nenek misterius yang dikenal sebagai “Nenek Gayung” (namanya memang terdengar lucu, tapi apakah memang lucu? Silahkan disimak).

            Isu tentang nenek gayung ini muncul kira-kira pertengahan Desember 2011 lalu disekitar wilayah Jakarta Timur, dan kini sudah semakin santer terdengar ditelinga masyarakat Ibukota. Sosok nenek gayung digambarkan berupa seorang nenek-nenek tua, berpakaian serba hitam dan selalu membawa gayung. (apanya yang serem dari nenek-nenek bawa gayung?? Lanjut bacanya deh…)

            Menurut cerita dan isu yang beredar, disebutkan bahwa nenek ini bukanlah nenek biasa, nenek ini sering berkeliaran tidak jelas di sekitar wilayah Jakarta Timur, dan keberadaannya begitu misterius. Ada beberapa versi yang menjelaskan seputar tentang nenek gayung ini, yakni :

Versi pengalaman saksi mata (Sania)

“Waktu itu ada 2 orang laki laki naik motor, dia ngeliat nenek itu. Nenek itu berpakaian hitam dari atas sampai bawah, dan dia bawa gayung sama tikar. Lalu si 2 orang itu nyamperin nenek itu dan nanya “Nenek mau kemana?”. Nenek pun menjawab “Nenek mau mati, dan nenek minta dimandiin nak” kata nenek itu. Setelah lama bercakap cakap, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatoh! Warga pun berdatangan untuk menolong mereka termasuk sania, tapi ternyata, setelah ia menghampirinya nenek itu tidak ada dan menghilang. Hanya ada 2 pengendara motor yang salah satunya meninggal ditempat.

Versi mulut ke mulut (eitttss…jangan berfikiran negatif)

Cerita lain menyebutkan bahwa jika korban berbicara/mengobrol dengan si nenek tersebut, maka pada malam hari setelah korban mengobrol dengannya si nenek akan datang tiba-tiba, menggelar tikar dan memandikan korban dengan gayungnya, dan biasanya, keesoknya si korban akan meninggal. Isunya lagi, disebutkan bahwa si nenek adalah salah satu korban yang dipakai untuk tumbal dalam pembuatan Busway di wilayah Jakarta. (apa hubungannya? Saya aja nggak tahu).

Lagi-lagi menurut isu yang beredar, disebutkan bahwa sudah ada dua korban dari nenek gayung ini, Korban pertama terjadi di “Pasar Kranggan dan yang kedua terjadi di daerah Cakung, dan sekarang masih terus berkeliaran mencari korban. Lalu beredar pula isue tentang si nenek tersebut yang sudah sampai di daerah Kranggan AL dan Kp. Pedurenan Bekasi.  Katanya si nenek kini mendatangi langsung rumah korbannya dengan mengetuk-ngetuk Pintu di setiap rumah pada malam hari buat nyari Tumbal. (wahhh seremmm)

Alangkah baiknya jika kita berusaha menghindarinya agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan menimpa kita. Untuk itu, sebagai informasi disini ada beberapa ciri yang mudah dikenali dari nenek ini, antara lain :

–         Wanita Berusia Sekitar 50 Tahun

–         Membawa Gayung dari batok kelapa

–         Membawa Tikar

–         Memakai Baju Hitam Dari Atas Kebawah

–         Membawa Kain Kafan

–         Membawa Bendera Kuning

Sebagai informasi tambahan, menurut isu yang beredar disebutkan bahwa biasanya nenek tersebut akan mengajak ngobrol korbannya sebelum akhirnya korbannya tersebut akan mati/hilang misterius/mengalami kesialan. Jadi jika anda bertemu dengan sosok nenek dengan ciri-ciri diatas, sebisa mungkin anda harus menghindarinya dan usahakan untuk tidak mengobrol dengannya.

“Boleh percaya boleh juga tidak, karena bagaimanapun juga, hal-hal seperti ini merupakan bagian dari keunikan yang dimiliki Indonesia, dan hanya terjadi di Indonesia”. Hidup Indonesia!!

 Indra Prasetyo

21-01-12

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: