CERITA DALAM KALENDER

29 Jan

Jika melihat ke beberapa sisi tembok rumah, pasti kita akan menemukan beberapa benda seperti pigura yang berisi foto keluarga, lukisan dinding, atau berbagai hiasan lainnya. Lalu pasti ada satu benda yang tidak boleh dilupakan, ya, benda yang kita kenal sebagai “KALENDER” pasti tidak asing dari penglihatan kita dirumah. Lembaran-lembaran kertas yang menggelantung di sebuah paku kecil yang ditancapkan ke tembok tersebut menjadi sebuah benda penting untuk mengatur  segudang kegiatan  yang memadati hari-hari kita.

Dalam urutan waktu yang tertera di kalender, kita mengenal 12 bulan yang mengisi lembaran demi lembaran kertas dengan deretan 29 hingga 31 angka-angka yang dikenal sebagai tanggal serta deretan 7 kata berulang yang kita kenal sebagai hari. Seperti halnya dalam deretan angka, angka 1 juga menjadi urutan terdepan dalam penanggalan dalam kalender yang menandakan awal dari bulan yang baru. Bagi para pekerja, tanggal 1 atau awal bulan menjadi tanggal yang mereka nanti, mengapa? Semua pasti sudah tau jawabannya. Ya, “GAJIAN”. Setelah selama satu bulan bergelut dengan segala pekerjaan di kantor, para pekerja tentu akan menerima hasil jerih payah mereka dari menyalurkan tenaga. Gaji juga memberi semangat baru untuk mengawali bulan yang baru agar lebih semangat untuk menghadapi 30 hari di bulan baru yang sedang mereka jajaki.

Begitu pula bagi para mahasiswa yang menuntut ilmu di tempat yang jauh dari keluarga, tanggal 1 juga menjadi tanggal dimana mereka “gajian”. Gajian dalam artian mahasiswa bukan upah setelah bekerja selama satu bulan seperti orang yang bekerja, tapi kiriman uang dari orang tua untuk biaya hidup mereka selama di perantauan. Memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membeli perlengkapan hidup, bahkan hingga sekedar meneraktir kekasih dipenuhi dengan uang “gajian” mereka. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Setelah menelusuri tanggal, kini kita pindahkan haluan untuk mengulas cerita “hari dalam Kalender”. Seperti diketahui semua orang, hari dalam kalender itu berjumlah 7 buah, mulai dari hari senin, hingga hari minggu (tapi ada yang menganggap awal dari minggu itu adalah hari minggu, namun kita bahas yang berpendapat awal minggu itu adalah hari senin ya…).

Senin adalah hari pertama dalam urutan satu minggu, yang menjadikan awal perjalanan hidup kita dalam hitungan satu minggu yang berjumlah 7 hari. Senin, banyak yang berpendapat bahwa hari senin adalah hari yang super sibuk bagi semua orang. Ya. Karena setelah di akhir pekan (sabtu dan minggu) kita mengahabiskannya waktu untuk berlibur bersama keluarga, berjalan-jalan bersama sang kekasih, ataupun hanya sekedar bersantai sambil menonton tv dirumah, alhasil kita lupa akan segala pekerjaan dan segudang kegiatan yang menjadi pekerjaan rumah kita untuk dikumpulkan di hari senin, yang ada kita menjadi kalang kabut dibuatnya. Terlebih jika kita bangun kesiangan, “waduuhh, dunia serasa mau hancur”.

Hari senin juga mejadi hari dimana setumpuk pekerjaan akan datang menghampiri kita, ruas-ruas jalan dipadati kendaraan (macet) karena orang-orang mulai kembali beraktivitas seperti biasanya, deadline waktu mepet akibat macet dijalan, serta berbagai masalah lainnya akan senantiasa menghampiri kita di pagi yang cerah dan indah di hari senin. ”Wuihhhh, benar-benar hari yang super sibuk”. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Selasa, hari kedua dalam hitungan satu minggu menjadi hari dimana orang-orang mulai menyicil pekerjaan rumah yang begitu banyak diberikan bos/pak guru/dosen/siapa pun di hari senin kemarin, dan masih menjadi hari yang lumayan sibuk juga. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Rabu, hari ketiga dalam hitungan satu minggu seolah tiada yang spesial yang bisa dijadikaan sebuah cerita. Tiada hal yang “wah” di hari rabu karena menjadi hari pertengahan antara awal dan akhir minggu. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Kamis, hari keempat dalam hitungan satu minggu identik dengan hari yang dipenuhi dengan aroma mistis. Berbagai acara televisi di malam hari bertemakan hal-hal mistis dan berbau horror. Orang tua menasehati anak-anaknya agar tidak bermain mkeluar rumah sehabis waktu maghrib karena banyak hantu berkeliaran. Apa iya??? Boleh percaya, boleh juga tidak. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Jum’at, hari kelima dalam urutan satu minggu merupakan hari terakhir dalam jadwal “jam kerja” yang mendekati akhir pekan. Dihari Jum’at kita pasti ingin cepat-cepat pulang untuk segera membicarakan liburan akhir pekan bersama keluarga. Menyiapkan berbagai rencana kegiatan liburan akhir pekan dan bahkan mulai mempersiapan kebutuhan untuk liburan esok hari. Benar Tidak? Pasti Benar!.

Sabtu dan minggu, hari ke-6 dan ke-7 dalam hitungan satu minggu. Merupakan hari-hari yang kita kenal sebagai weekend (bahasa gaul) atau akhir pekan. Semua rutinitas dan kegiatan untuk sementara waktu berakhir disini dan meninggalkan berbagai pekerjaan rumah. Orang-orang menghabiskannya untuk melakukan refreshing (bahasa gaul lagi) untuk menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas dan berbagai beban sehari-hari. Dihabiskan bersama keluarga untuk bersantai, berjalan-jalan ketaman hiburan bersama buah hati, jalan-jalan bersama sang kekasih, ataupun hanya menghabiskan hari bersantai di halaman belakang rumah sambil meminum secangkir the hangat di sore hari. (sebagian besar lupa akan berbagai pekerjaan rumah yang harus didelesaikan dan di kumpulkan hari senin) Benar Tidak? Pasti Benar!.

Ya, mungkin seperti itulah cerita dalam sebuah kalender, mungkin dalam kalender teman-teman semua penuh dengan coretan-coretan, serta catatan-catatan kecil sebagai pengingat agar tidak lupa dengan segala kegiatan yang harus dilakukan. Begitulah semua terus berulang, bak roda yang terus mengggelinding, bagaikan bumi yang terus berputar pada porosnya tiada henti sampai hari kiamat nanti. Benar Tidak? Pasti Benar!. 

Indra Prasetyo

29-01-12

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: