SEJARAH HARI VALENTINE

15 Feb

Hari Valentine. Ya, hampir semua orang pasti mengetahuinya dan hampir semua orang yang memiliki pasangan pasti menjadikan hari tersebut sebagai hari yang istimewa. Orang-orang sering menyebut hari Valentine sebagai hari kasih sayang, dimana hari yang dirayakan sebagai wujud untuk menunjukan kasih sayang kita kepada pasangan kita.

Dari penjelasan diatas, muncul beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan seluk beluk tentang hari Valentine dan sepenggal sejarahnya, seperti mengapa dinamakan Hari Valentine? Bagaimana Hari Valentine bisa disebut sebagai kasih sayang? Darimana penentuan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine? Untuk lebih jelasnya, ikuti penjelasan berikut.

Sejarah ditentukannya tanggal 14 Februari sebenarnya masih terlihat agak sedikit samar karena tiada yang tahu pasti alasan mengapa tanggal tersebut dijadikan sebagai hari Valentie/hari kasih sayang. Namun, seiring dengan hal itu muncul berbagai pendapat-pendapat yang mengkisahkan tentang sejarah hari Valentine. Beberapa pendapat tersebut antara lain :

1. Hari Valentine didasarkan pada saat burung mencari pasangannya untuk kawin.
Pendapat ini mengemukakan tentang sekelumit kisah cinta burung-burung yang dipercaya mencari pasangannya untuk kawin pada tanggal 14 Februari di Inggris dan Perancis sekitar abad ke-14. Kepercayaan ini tertulis dalam sebuah karya dari seorang Sastrawan Inggris yang bernama Geoffrey Chaucer. Ia menjelaskan dalam karyanya yang ia tulis dalam sebuah cerita yang berjudul Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung). Dalam tulisan tersebut ditulis :

“For this was sent on Seynt Valentyne’s day. Whan every foul cometh ther to choose his mate.” (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus. Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

2. Hari Valentine untuk menyaingi Hari Lupercalia
Di Roma kuno, zaman dahulu tanggal 15 Februari adalah hari yang dirayakan sebagai hari raya Lupercalia, yang merupakan sebuah perayaan untuk Dewa Lupercus (dewa kesuburan). Dewa ini dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Dalam perayaannya, para pendeta Lupercus (penyembah dewa Luprcus) melakukan ritual penyucian dengan cara meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian minum anggur. Setelah itu mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Lalu, apa hubungannya Hari Lupercalia dengan hari Valentine? Berikut penjelasan singkatnya.

Pada masa itu agama yang menyembah Dewa Lupercus sedang berkembang dan semakin dikenal dengan adanya hari raya agama tersebut yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Lalu, Paus Gelasius I dengan Katoliknya sengaja menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan terhadap Santo Valentino (sejarah tentang pendeta valentine dibawah) hanya untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari agar katolik mendapat perhatian lebih untuk menyaingi agama penyembah Dewa Lupercus.

3. Kisah pendeta Valentinus dan kaitannya dengan hari Valentine.
Mungkin sebagian orang telah banyak mengetahui tentang pendapat yang menceritakan sebuah kisah dan kaitannya dengan hari Valentine. Pendapat ini menceritakan bahwa hari valentine tercipta pada zaman kerajaan Romawi. Kisah dimulai dan berdasarkan kepada sebuah tradisi pada masa itu yang dikenal dengan nama name drawing. Tradisi ini merupakan tradisi dimana setiap wanita di kota itu menuliskan namanya pada secarik kertas, menggulungnya menjadi kecil dan memasukannya kedalam mangkuk kaca. Lalu setiap lelaki lajang akan mengambil satu kertas tersebut, nama gadis yang terpilih pilih akan menjadi pasangannya.tradisi ini terus berjalan hingga sebelum Claudius bekuasa.  Ketika masa kepemimpinan Claudius, acara tersebut mulai dilarang, alasannya karena, akibat perayaan tersebut para pemuda menolak berperang dan memilih bersama pasangannya memadu kasih, dan puncaknya Claudius mengeluarkan larangan menikah.

Disisi lain, seorang pastur yang bernama Valentine (Santo Valentinus) yang merupakan seorang Pendeta yang hidup pada masa itu mengeluarkan suara untuk menentang aturan larangan menikah yang dibuat Claudius. Meskipun larangan itu sedang diberlakukan, St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara sembunyi-sembunyi dan rahasia.

Suatu ketika aksi Valentine akhirnya diketahui oleh Claudius dan segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap melakukan tugasnya sebagai pastur. Kemudian pada suatu malam, ia tertangkap basah sedang memberkati sebuah pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun naas St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati.

Pada hari saat ia dieksekusi sebeluk dipenggal kepalanya tanggal 14 Februari 1207, didalam penjara St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk seorang gadis yang merupakan putri dari sipir penjara, ia menuliskan “Dengan Cinta dari Valentinemu”. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai seseorang yang memperjuangkan cinta meskipun nyawa menjadi taruhannya.

Ya, mungkin itu sekelumit cerita dan pendapat tentang sejarah penamaan Hari Valentine, hingga sejarahnya sampai dirayakan sebagai hari kasih sayang. Semoga bisa menjadi referensi bacaan anda.

Indra Prasetyo

15-02-12

3 Tanggapan to “SEJARAH HARI VALENTINE”

  1. Fauzan Mars 15 Februari 2012 pada 10:26 PM #

    gue gak merayain valentine karena gue tahu sejarah sebenarnya
    huahua

    • indrasnotes 16 Februari 2012 pada 11:29 PM #

      hahahaha, ia sama, gw juga gak ngerayain, tapi karena gak punya pacar, hahahaha
      gw juga tau kok sejarahnya yang bener. hehehehe

Trackbacks/Pingbacks

  1. TRADISI PERAYAAN VALENTINE DI BEBERAPA NEGARA DI DUNIA « indrasnotes - 16 Februari 2012

    […] Kategori Artikel Ringan ← SEJARAH HARI VALENTINE […]

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: