SEMUA TENTANG “TOMCAT”

23 Mar

Akhir-akhir ini, beberapa wilayah di Indonesia sedang digegerkan oleh kehadiran Tomcat. Menebar terror dan membuat sebagian warga Indonesia resah. Tomcat? Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar Tomcat? Tomcat bukanlah tokoh kartun dari film Tom & Jerry (Tom si kucing), bukan juga artis terkenal, dan yang pasti dia bukanlah manusia. Lalu Tomcat itu apa? Hantu? Hmm…semua tebakan anda salah. Penasaran? Simak informasi berikut ini.

Tomcat adalah salah satu hewan jenis serangga, sejenis dengan kumbang yang mempunyai nama ilmiah Paederus fuscipes. Kumbang ini termasuk dalam Ordo Orthoptera dan Famili Staphylinidae. Dalam bahasa Inggrisnya disebut rove beetle atau kumbang penjelajah/pengelana, karena selalu aktif berjalan-jalan. Tubuh kumbang ini ramping dan pada saat berjalan bagian belakang tubuhnya melengkung ke atas. Kumbang berukuran panjang 7 sampai 10 mm dan lebar 0,5 hingga 1,0 mm. Bagian kepala hewan ini berwarna hitam, sayap berwarna biru kehitaman dan hanya menutupi bagian depan tubuh. Bagian toraks dan abdomen berwarna oranye atau merah. Secara spesifikasi, tubuk hewan ini tidak mencerminkan wujud hewan yang berbahaya seperti harimau, beruang, atau dinosaurus. Lalu apa yang membuat sebagian warga Indonesia takut? Silahkan lanjutkan membaca.

Kumbang ini tergolong serangga predator yang makan serangga lain, khususnya memakan serangga-serangga penggangu tanaman. Sebenarnya, bagi kaum petani, serangga ini menjadi sahabat karena membantu petani menjaga tanaman dari hama karena makanan utama serangga ini adalah hama wereng yang biasa mengganggu tanaman. Tomcat berkembang biak di dalam tanah, di tempat-tempat yang lembab, seperti di sawah, tepi sungai, daerah-daerah berawa, dan hutan. Sang induk meletakkan telurnya di dalam tanah setelah kawin, begitu pula dengan larvanya, setelah menetas larva Tomcat menghabiskan sebagian besar waktunya dalam tanah. Namun, setelah mereka menjadi dewasa (menjadi kumbang) serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tanaman.

Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari dan pupa 5 hari. Kumbang ini dapat hidup hingga 3 bulan dan seekor kumbang Tomcat betina dapat menghasilkan sebanyak 100 butir telur setiap bertelur. Dalam siklus hidupnya, Tomcat aktif berjalan menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang berupa hama-hama padi di siang hari. Namun, pada malam hari serangga ini aktif terbang dan tertarik pada cahaya lampu. Kumbang tomcat biasa ditemukan di persawahan padi. Namun juga sering terdapat didaerah perkebunan kedelai, jagung, kapas, tebu dan sejenisnya.

 

Sebenarnya, serangga ini sangat bermanfaat bagi petani. Lalu, apa sebenarnya yang membuat sebagian warga di Indoneisa takut? Berikut penjelasannya. 

 

Kumbang tomcat ini tidak menggigit atau menyengat manusia. Tapi, jika mereka terganggu, atau secara tidak sengaja terpencet, serangga ini bisa mengancam manusia melalui jurus-jurusnya. Serangga ini akan mengeluarkan cairan yang mengandung zat pederin, cairan ini bersifat racun, dan bila kena kulit akan menyebabkan kemerahan, gatal, dan melepuh seperti terbakar (dermatitis). Dampak lebih lanjutnya akan mengalami iritasi hingga luka bertambah parah dan bernanah. Gejala ini disebut Paederus dermatitis. Ada yang menyebutkan bahwa cairan racun pederin ini 15 kali lebih beracun daripada bisa kobra. Wahhh…

Di Indonesia sendiri, Outbreak Serangan tomcat akhir-akhir ini terjadi di Kota Surabaya sejak 13 Maret 2012 lalu, dan hinga kini perlahan menyebar ke beberapa kota lainnya di Indonesia. Beberapa pihak mengaitkan booming populasi tomcat dengan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Booming tomcat bukanlah yang pertama di Indonesia, sebelumnya hal serupa pernah terjadi di Indonesia sekitar tahun 1990-an. Serangan dari serangga ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi pernah juga terjadi di Okinawa-Jepang (1966), Iran (2001), Sri Lanka (2002), Pulau Pinang-Malaysia (2004 dan 2007), India Selatan (2007), dan Irak (2008).

Sekali lagi ditegaskan, bahwa sebenarnya serangga ini tidak terlalu berbahaya bagi manusia, namun sebaiknya kita harus mengetahui cara untuk menghadapi serangga kecil itu. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dari Kementrian Kesehatan, melalui informasi yang disampaikan Dirjen P2PL, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, memberikan tips untuk menghadapi serangga tersebut, berikut tipsnya :

  • Jangan sampai terkena lendir atau racun dalam perut Tomcat, sebab itu akan membuat kulit melepuh. Jika Tomcat melekat di kulit, siram menggunakan air hingga pergi. (usahakan jangan menepuk serangga ini jika melekat di tubuh)
  • Jangan memencet Tomcat, sebab lendirnya adalah racun.
  • Jika telah terkena racun Tomcat, jangan digosok atau dihapus dengan tangan. Aliri dengan air, agar racun tersebut hilang terbawa air. Bawa ke puskesmas atau dokter untuk pengobatan selanjutnya.
  • Potong tanaman yang berlebihan dan menjulur mendekati rumah. Tanaman merupakan tempat hidup Tomcat.
  • Tutup jendela dan pintu serta hindarkan anak bermain di tempat terbuka yang banyak terdapat kumbang ini.

Sebagai tambahan, jika gejala bertambah parah segera pergi ke dokter, biasanya akan diberikan salep dan antibiotik. Mungkin cukup sekian informasi mengenai Serangga Tomcat. Semoga bermanfaat bagi anda.

Gambar Tomcat :

http://www.google.co.id/imgres?q=tomcat&hl=id&biw=1024&bih=407&gbv=2&tbm=isch&tbnid=tHXwl5YM-awqQM:&imgrefurl=http://sumedangonline.com/&docid=dcraVuJOiu3GPM&imgurl=http://sumedangonline.com/wp-content/uploads/2012/03/tomcat.jpg&w=360&h=260&ei=dBNsT8ycOMvwrQeu4umsAg&zoom=1

http://www.google.co.id/imgres?q=tomcat&hl=id&biw=1024&bih=407&gbv=2&tbm=isch&tbnid=1lGg-bsNz4EDJM:&imgrefurl=http://himpalaunas.com/artikel/lingkungan/2012/03/22/tomcat-tidak-menyebar-tetapi-sudah-ada-di-setiap-daerah&docid=CZdzlwNe15KvzM&imgurl=http://himpalaunas.com/sites/himpalaunas.com/files/imagecache/Original/2012_03_20_10_42_12_Tomcat2940654%2540.jpg&w=465&h=310&ei=dBNsT8ycOMvwrQeu4umsAg&zoom=1

http://www.google.co.id/imgres?q=tomcat&hl=id&biw=1024&bih=407&gbv=2&tbm=isch&tbnid=d8IrlSKno_DcAM:&imgrefurl=http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2012/03/22/15031452/fakta-seputar-tomcat&docid=fkn3fnhwvIdMwM&imgurl=http://klikdokter.com/uploads/health_highlights/kumbang-tomcat.jpg&w=390&h=293&ei=dBNsT8ycOMvwrQeu4umsAg&zoom=1

SUMBER :

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/20/m16tid-ingin-tahu-soal-tomcat-inilah-ciricirinya

http://www.tempo.co/read/news/2012/03/21/061391616/Racun-Tomcat-15-Kali-Bisa-Kobra

http://sains.kompas.com/read/2012/03/22/10015037/Tomcat.Kosmopolitan.Ada.Dimana-mana

http://sidomi.com/77876/tips-sederhana-atasi-serangan-tomcat/

Tinggalkan jejak anda pernah berkunjung

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: